Home > Artikel > Dunia Pendidikan

Dunia Pendidikan

Dengan konsep yang sangat sederhana tetapi mempunyai makna yang mendalam Prof. M. Nuh , sebagai Menteri Pendidikan Nasional memandang Dunia Pendidikan seperti seorang ibu hamil yang akan melahirkan generasi baru. Dalam kondisi yang normal, kelahiran sang bayi bukan saja membahagiakan tapi sangat dinantikan. Namun bila kondisi sang ibu kesehatan fisiknya mengkhawatirkan, psikisnya labil dan tertekan (karena kurangnya perhatian) dan asupan gizi tidak mencukupi, tentu bukan saja merisaukan terhadap keberadaan sang ibu, tapi juga sangat risau akan kesehatan dan kualitas sang bayi yang akan dilahirkan. Bisa jadi akan lahir generasi yang idiot.
Dalam konteks inilah, pentingnya membangun sistem pendidikan yang kuat, untuk menghindari agar generasi yang dilahirkan oleh dunia pendidikan tidak mengidap syndrome “socio idiot”, yaitu generasi yang tidak memiliki kemampuan untuk mandiri, yang tidak memiliki kepekaan-ketajaman sosial, dan asyik sendiri dengan dunianya. Atas dasar itulah maka sesungguhnya hubungan antara kualitas SDM dengan kualitas pendidikan sangat jelas sekali.
Proses pendidikan memiliki dua ciri utama yaitu irreversible dan futuris-anticipative. Proses irreversible (tidak dapat diulang). Artinya, segala karakter, kemampuan yang dibangun selama proses termasuk kesalahan-kesalahan (defects) akan melekat dalam produk yang dihasilkan dan tidak dapat ditarik kembali. Berbeda dengan proses reversible, seperti pembuatan produk yang tangible di sebuah industri mobil misalnya. Kecacatan (defect) bagian tertentu dari mobil yang telah dihasilkan, masih dimungkinkan dilakukan penarikan produk mobil itu dari peredarannya di pasar. Tapi kecacatan produk pendidikan (lulusannya), tidak mungkin ditarik kembali ke ruang kelas untuk dilakukan ’pembetulan’.
Ciri kedua, futuris-anticipative. Artinya, apa yang dihasilkan oleh sistem pendidikan pada dasarnya menyangkut masa depan. Masa depan dirinya, keluarga dan bangsanya. Disinilah pentingnya membangun karakter optimistis, memahami hakikat persoalan dan visioner sehingga mampu menjawab tantangan zaman.
Persoalan pendidikan memang tidak akan pernah selesai. Itu menandakan kalau bangsa dan masyarakat ini terus berkembang, oleh karenannya, kerja keras dan kerja cerdas, serta kerja ikhlas diperlukan untuk menangani berbagai persoalan di bidang pendidikan. Dengan jabatannya yang baru sebagai Mendiknas, Prof. Nuh mengajak kepada semua lapisan masyarakat, untuk bersama-sama bekerjasama, dalam kerangka meningkatkan dan menyempurnakan, sekaligus mempercepat apa yang telah direncanakan dalam upaya menghasilkan SDM yang berkualitas. Ini karena begitu kompleksnya persoalan pendidikan.

Sumber:Majalah Kampus/No.5/Vol.1.Juni2010

Categories: Artikel Tags:
  1. 24 December 2010 at 9:45 pm

    pendidikan di indonesia belum banyak mencetak pencipta lapangan kerja, tapi murni pekerja

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: